Aplikasi Belajar Coding di Platform Mobile

Di zaman digital seperti sekarang ini, belajar pemrogragraman sangatlah penting. Namun, tentunya tidak semua orang memiliki basic mengenai pemrograman. Untungnya, di zaman teknologi ini tidak menutup kemungkinan adanya aplikasi belajar coding.

Coding sendiri merupakan aktivitas mengolah mengolah kode menggunakan suatu bahasa pemrograman. Tentu saja, setiap bahasa pemrograman memiliki kode yang berbeda-beda. Dari kumpulan kode tersebut, kita dapat berkomunikasi dengan komputer agar menjalankan instruksi.

Sedangkan, untuk melakukan hal tersebut diperlukan kemampuan khusus. Dulu, hal ini hanya memberi kesempatan bagi yang menempuh pendidikan formal. Namun, kini sudah banyak tutorialnya di internet, bahkan ada juga aplikasi belajar coding.

Bagi kamu yang ingin belajar dan melatih kemampuan programming, belajar mandiri pasti bisa. Namun, tentu saja ada rekomendasi aplikasi yang bisa membantu belajar pemrograman. Ini dia aplikasi belajar coding yang ada di platform mobile.

Programming Hub: Belajar Code

Tidak diragukan lagi jika aplikasi  yang satu ini sudah diunduh lebih dari 5 juta pengguna. Aplikasi yang sudah dipublikasikan sejak 2013 ini ternyata hasil kolaborasi dari para pakar Google. Apalagi, Programming Hub pernah menyabet penghargaan aplikasi “Best of The BestGoogle Play tahun 2017.

Belum lagi, kamu bisa mendapatkan aplikasi ini secara gratis di Play Store dan Apps Store, lho. Nah, kapan lagi, ‘kan, bisa belajar dengan pakarnya langsung. Sedangkan, untuk fiturnya sendiri terdiri dari fitur kursus pemrograman, kasus pemrograman, serta compiler.

Dalam fitur kursus pemrograman, kamu akan diajak untuk mempelajari bahasa pemrograman. Ada berbagai bahasa pemrograman yang tersedia di aplikasi belajar coding ini. Dimulai dari bahasa pemrograman VB.Net, C++, HTML, Javascript, CSS, C#, Swift, Phyton hingga Java.

Bukan hanya itu, Programming Hub juga menyediakan pembelajaran mengenai database, seperti SQL dan Jquery. Menariknya lagi, ada juga kursus pemrograman Assembly dan Linux Shell. Banyak, ‘kan, yang bisa dipelajari dalam satu aplikasi?

Selain itu, di fitur kasus pemrograman terdiri dari lebih 5000 kode pemrograman. Ditambah lagi, ada 20 lebih contoh kasus pemrograman. Jadi, tidak hanya dapat teori saja, tapi kamu juga bisa praktik di aplikasi berlatih, juga tidak perlu repot-repot membuka editor di laptop. Sebab, aplikasi Programming Hub ini juga menyediakan compiler, lho. Maka dari itu, kamu bisa langsung running program di aplikasi ini.

Sololearn: Learn to Code

Aplikasi belajar coding ini baru dirilis tiga tahun setelah Programming Hub, yaitu 2016. Meski begitu, Sololearn merupakan salah satu aplikasi yang paling direkomendasikan untuk belajar pemrograman. Selain kontennya yang juga beragam, aplikasi ini juga ramah bagi para pemula hingga profesional.

Tahu, ‘kan, kalau dukungan juga sangat penting dalam proses pembelajaran? Meski bisa belajar otodidak, tapi jika ada mentor lebih bagus lagi. Nah, itulah yang ditawarkan fitur komunitas, yang dapat berbagi pengetahuan antara satu sama lainnya.

Sedangkan, untuk bahasa pemrograman yang dihadirkan di aplikasi  satu ini juga banyak ragamnya. Ada bahasa pemrograman Phyton, Javascript, HTML, C++, PHP, Ruby, Swift, Java, hingga kotlin. Di sini, kamu juga dapat mempelajari mengenai SQL, JQuery, React, hingga Git, serta algoritma dan struktur data.

Bagi kamu yang pemula, cocok, nih, belajar pemrograman menggunakan aplikasi Sololearn ini. Selain banyak contoh kode yang bisa dicoba, ada juga kasus-kasus pemrograman yang harus diselesaikan. Menariknya lagi, setelah selesai menyelesaikan semua tugas di setiap kursus, kamu akan mendapatkan sertifikat, lho.

Learn Coding/Programming: Mimo

Aplikasi belajar coding yang ketiga ini dihadirkan oleh Mimohello GmbH sejak 2018 lalu. Hampir sama seperti aplikasi-aplikasi sebelumnya, di aplikasi Mimo ini juga menyediakan beragam bahasa pemrograman. Namun, yang membedakannya adalah di Mimo memiliki tingkat kemahiran.

Pertama, kamu memilih jalur pembelajaran berupa bahasa pemrograman yang tersedia. Di sini, kamu bisa memilih jalur pembelajaran Phyton, Swift, Java, pengembangan web, atau bahkan kurikulum SQL. Pengembangan web sendiri terdiri dari bahasa pemrograman HTML, CSS, dan Javascript, ya.

Setelah itu, ada tingkatan dengan menyelesaikan bermacam tugas yang terdapat di jalur pembelajaran tersebut. Yang harus diselesaikan pertama adalah latihan-latihan kecil untuk membiasakan dengan bahasa pemrograman tersebut. Ada ribuan latihan kecil yang harus kamu pelajari di aplikasi ini.

Di tingkat kemahiran selanjutnya, kamu akan dihadapkan dengan latihan berkonsep. Ada puluhan latihan yang memiliki konsep di setiap bahasa pemrograman. Jadi, mulai dari sini, logikamu akan ikut diasah juga agar dapat menyelesaikan tugas tingkat ini.

Sedangkan di tingkatan terakhir, kamu akan membuat suatu proyek secara nyata. Proyek yang bisa diselesaikan di aplikasi belajar coding ini tidak akan sia-sia, kok. Sebab, proyek yang di-share akan diberikan tanggapan.

Nah, dengan adanya proyek nyata ini, setidaknya dapat membantumu dalam membuat portofolio, ya. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan sertifikat apabila sukses dalam menyelesaikan semua tugas. Tentu saja tugas yang dimaksud adalah latihan dan proyek yang terdapat di semua tingkat kemahiran.

Itulah tiga rekomendasi aplikasi belajar coding bagi kamu yang ingin belajar pemrograman. Maka dari itu, meskipun belajar secara otodidak, setidaknya kamu bisa lebih terarah dalam memahaminya. Seharusnya, tidak akan sulit dalam mempelajarinya, terlebih lagi di aplikasi ini sudah terstruktur.

Meskipun bahan pembelajaranannya di aplikasi belajar coding sudah terkonsep dan terstruktur, tapi pasti membutuhkan waktu untuk menguasainya. Karena hal tersebut, ada baiknya apabila memilih satu bahasa pemrograman terlebih dahulu. Nah, kalau sudah menguasainya, lanjut ke bahasa pemrograman yang lain.