Khutbah Idul Fitri Paling Menyentuh Hati 2022, 1443 H

Khutbah Idul Fitri paling menyentuh hati – Idul Fitri adalah momen spesial yang harus kita syukuri. Umat Islam saat itu bergembira karena telah lulus dari kewajiban besar yang datang hanya setahun sekali: puasa di bulan Ramadhan.

Perlu juga diingat bahwa Idul Fitri bukanlah waktu untuk bersenang-senang karena kamu harus memenuhi persyaratan shalat Idul Fitri di pagi hari.

Seperti biasa disini kami akan membagikan khutbah idul fitri membahas hari 1 syawal. Khutbah idul fitri paling menyentuh hati ini bisa menjadi referensi bagi para khatib yang akan bertugas memimpin salat Idul Fitri setelah Hari Raya Idul Fitri.

Meskipun isinya sangat ringkas dan padat, namun mudah digunakan. Saya harap khutbah idul fitri paling menyentuh hati ini akan sangat berguna bagi mereka yang mencarinya.

Jika tidak menyukai kata atau kalimat yang salah, kami akan sangat menghargai jika kamu dapat memperbaikinya atau menambahkan sesuatu yang lebih baik.

Oleh karena itu, kami menyarankan membaca dan mempelajari khutbah ini terlebih dahulu sebelum menerimanya, karena kami tahu bahwa mungkin ada banyak kesalahan dalam khotbah ini karena keterbatasan dan ketidaktahuan kami.

Baca Juga : Aplikasi Frame Idul Fitri 2022 Terbaru Untuk Android

Artikel Terkait:

Khutbah Idul Fitri Tentang Kematian dan Mengingat Dosa

Khutbah Idul Fitri Sedih, Mengharukan Tema Tentang Orang Tua

Khutbah Idul Fitri PDF 2022, 1443 H Link Download Tema Terbaru

Download Khutbah Idul Fitri 2022 1443 H, Kumpulan Ceramah

Khutbah Idul Fitri Singkat Teks Khotbah Buat di Rumah Dengan Keluarga

7 Aplikasi Khutbah Idul Fitri Terbaik dan Khutbah Gratis Lainnya Android

Kumpulan Materi Khutbah Idul Fitri 2022 PDF 1443 Hijriyah

Khutbah Idul Fitri Paling Menyentuh Hati

Khutbah Idul Fitri yang pertama

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ ,اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْراً، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاَ، لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَاإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ أَمَّابَعْدُ؛

فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

فَقاَلَ تعالى فِيْ كِتاَبِهِ الكَرِيْمِ أَعُوْذُ باِلله ِمِنَ الشَّيْطاَنِ الرَّجِيْمِ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ، وَعِيْدٌ كَرِيْمٌ، أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ، فَهُوَ يَوْمُ تَسْبِيْحٍ وَتَحْمِيْدٍ وَتَهْلِيْلٍ وَتَعْظِيْمٍ ، فَسَبِّحُوْا رَبَّكُمْ فِيْهِ وَعَظِّمُوْهُ وَتُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena di hari yang mulia ini kita masih mendapat berkah kesehatan dan keselamatan, keimanan dan keislaman.

Banyaknya nikmat besar yang kita rasakan adalah bukti bahwa Allah tidak pernah melupakan kita sebagai makhluk-Nya. Udara yang kita hirup, darah yang mengalir di tubuh kita, bahkan jantung yang terus berdetak hingga tak terhitung detak jantung kita sendiri, yang kesemuanya tidak bisa lepas dari pemeliharaan dan kasih sayang Allah SWT.

Di sisi lain, tugas kita sebagai makhluk-Nya adalah tidak pernah lupa untuk bersyukur dan selalu berdoa kepada-Nya sebagai tanda bahwa kita adalah makhluk yang rapuh dan tahu betapa kita membutuhkan Allah dalam setiap situasi.

دوام العبدية ظاهرا وباطنا مع دوام حضورالقلب مع الله

Shalawat dan salam mari sama kita sanjung sajikan kepada baginda Rasulullah Saw., beserta keluarga dan para sahabatnya. Berkat ketekunan dan kegigihannya, ia berhasil membawa akhrajannasa minadz dzulumati ila nur kepada umat manusia.

Ma’asyiral muslimin jamaah shalat ‘ied yang berbahagia

Dari kemarin hingga hari ini, mulut kita terus-menerus meneriakkan Takbir, sebuah bukti bahwa tidak lain adalah manusia yang benar-benar makhluk yang lemah dan rapuh, dan bahwa mereka tidak memiliki daya atau kekuatan untuk menjalankan semua ibadah tanpa pertolongan Tuhan.

Trending:  Download Khutbah Idul Fitri 2022 PDF 1443 Hijriyah

Takbir adalah kalimat Allahu Akbar. Ungkapan takbir merupakan sarana dimana seluruh umat Islam mengakui kebesaran dan keagungan Allah SWT, disertai perasaan kecil dan rendah dihadapannya. Jadi, sudah sepantasnya bagi siapa saja yang membaca Takbir untuk hidup dengan perasaan kecil. Jika perasaan menjadi lebih besar dan lebih besar dari yang lain masih ada, maka itu bukan inti dari Takbir.

Baca Juga : 6 Aplikasi Edit Video Ucapan Idul Fitri 1443 H Kekinian

Secara alami, Takbir menjadi simbol Islam pada malam hari raya yang dikenal sebagai Takbiran. Dalam bahasa sumber, siiar masih memiliki akar kata yang sama dengan syuʻûr, yaitu emosi. Jadi takbiran tidak hanya sebagai simbol Islam, tetapi juga mengandung nilai kerendahan hati di hadapan Allah swt dan semua makhluk-Nya. Takbiran disyariatkan sesuai dengan firman Allah swt dalam QS Al-Baqarah [2]: 185.

وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ
“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

زَيِّنُوْا اِعْيَادِكُمْ بِالتَّكْبِيْر

“Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak takbir”

Takbir kita tanamkan dalam hati untuk mengakui kebesaran dan keagungan Allah SWT, namun semua itu kecuali Allah kecil. Dalam kata tasbih dan tahmid, kami bertujuan untuk mensucikan Tuhan dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya.

Tak lupa, kami juga berterima kasih kepada Raman dan Rahim-Nya karena tidak pilih kasih kepada seluruh hamba-Nya. Sementara itu, kami melafalkan Talil untuk memperkuat keyakinan kami bahwa Dia memiliki esensi yang unik. Seluruh alam semesta tunduk pada perintah-Nya.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Ma’asyiral muslimin jamaah shalat ‘ied yang berbahagia

Idul Fitri terdiri dari dua kata: Idul dan Fitri. Istilah Idul atau “id” berasal dari “aud” yang berarti “kembali”, sedangkan “fithri” berarti “pencipta” atau “ciptaan”. Akar kata fitri dalam bahasa Arab berasal dari kata “Al Fathir”, yang dapat diganti dengan kata “al Fitrah”, “al Fathrah” atau “al Futhura”.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kata “Idul Fitri” setidaknya memiliki dua arti:

1. Kembali ke awal penciptaan

2. Kembali ke Sang Pencipta

Pertama, Idul Fitri sebagai proses awal penciptaan. Dalam pandangan tasawuf, fitrah manusia terbagi menjadi dua bangunan utama: bangunan fisik dan bangunan spiritual. Pembangunan fisik manusia diciptakan Tuhan melalui proses tujuh peristiwa yang disebutkan dalam QS al-Mu’minun 12-14.

Sari pati tanah
Nutfah
Segumpal darah
Segumpal daging
Pertumbuhan tulang belulang
Pembungkusan tulang belulang dengan daging
Peniupan ruh ke dalam janin

Kedua, Idul Fitri adalah proses kembalinya kepada Sang Pencipta. Setelah bayi dalam kandungan sudah cukup bulan, yaitu sekitar 9 bulan dalam kandungan, otomatis ia dilahirkan ke dunia ini oleh ibunya, yang disebut dengan hari kelahiran bayi.

Setelah seorang bayi lahir ke dunia, ia masih tergolong manusia “suci” hingga berusia lima tahun. Karena pengaruh hawa nafsunya tidak berpengaruh negatif terhadap kesucian rohaninya.

Namun, ketika seseorang memasuki masa puber sampai ia dewasa dan tua, lingkungan dunia dimulai dan keinginannya mempengaruhi kemurnian spiritualnya.

Banyak hal yang mempengaruhi kebersihan rohani, tetapi setiap manusia telah menerima dari Tuhan perlengkapan yang lengkap, baik jasmani maupun rohani, yaitu badan dan perlengkapan yang lengkap, terdiri dari panca indera: penglihatan, pendengaran, rasa/ucapan, bau dan rasa fisik.

Baca Juga : 13 Masakan Favorit Hari Raya Idul Fitri Yang Tidak Boleh Ketinggalan

Keempat indera berada di kepala seseorang, dan sensasi tubuh tersebar ke seluruh tubuh. Selain itu, manusia memiliki akal yang memadukan kreativitas, rasa, dan karsa (pikiran, pikiran, kehendak) di sekitar kepala.

Perlengkapan yang paling berharga adalah Roh Kudus, yang dihembuskan Tuhan ketika bayi berusia sekitar tiga bulan. Ruh manusia ini memiliki bentuk, sifat, kemampuan, dan kekuatan yang berbeda-beda tergantung dari sifat fisiknya.

Trending:  15 Resep Kue Lebaran Yang Enak, Mudah, dan Unik

Segala perlengkapan yang diberikan Allah kepada seluruh manusia dimaksudkan agar manusia dapat berfungsi sebagai utusan Allah atau khalifah Allah di muka bumi, namun sayangnya sebagian besar manusia telah gagal memenuhi kewajiban tersebut dan melupakan kewajibannya, dia telah melupakan Tuhannya, dia telah melupakan akidahnya, dia telah melupakan sumbernya.

Dengan kata lain, pada saat itu manusia buta terhadap Tuhannya dan tidak mengetahui asal-usulnya, yaitu Allah SWT. Namun suatu saat setiap manusia akan mengalami kematian dan jiwanya harus kembali kepada orang yang meninggal.

Oleh karena itu Allah menginformasikan kepada setiap manusia bahwa ia sedang mencari desa di akhirat (tempat kelahirannya) dan bahwa ia harus berusaha untuk mengenal Allah (ma’rifatullah) dan bertemu dengan Allah (liqa’Allah) ketika ia masih merasa dan hidup di bumi.

وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ

“Dan carilah dengan apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu, kampung akhirat dan janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu……” (QS Al Qashash 28 : 77).

يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡإِنسَٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدۡحٗا فَمُلَٰقِيهِ

“Hai manusia! Sesungguhnya engkau harus berusaha dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, hingga engkau menemuiNya”. (QS Al Insyiqaaq 84 : 6)

Berdasarkan ayat ini, Allah memerintahkan manusia untuk kembali kepada-Nya, agar ketika mereka mati nanti, jiwa mereka kembali ke asalnya, Allah. Kembalinya manusia kepada Allah sebagai Al Fathir disebut dengan Idul Fitri.

Proses kembalinya manusia kepada Penciptanya digambarkan dalam bahasa simbol, yang merupakan inisiasi peristiwa manusia (yaitu, keadaan seperti bayi di dalam rahim). Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an.

وَلَقَدۡ جِئۡتُمُونَا فُرَٰدَىٰ كَمَا خَلَقۡنَٰكُمۡ أَوَّلَ مَرَّةٖ

“Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendirian sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya (awal penciptaan)….” (QS Al An’am 6 : 94).

…. كَمَا بَدَأَكُمۡ تَعُودُونَ

“Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)“.(QS Al A’raaf 7 : 29).

Berdasarkan ayat ini, semua manusia akan kembali bertemu dengan Pencipta aslinya yang diciptakan (Al Fatir), Bayi. Namun, kata “bayi” tidak dalam arti yang sebenarnya, dan setiap manusia yang ingin kembali bertemu Sang Pencipta (Idul Fitri) harus melakukan sesuatu seperti bayi di dalam kandungan.

Para ahli tarekat menyebut amalan Baby Ma’ani ini dengan istilah shaum khawasul khawas. Artinya, puasakan pikiran dari kekhawatiran jangka pendek dan pikiran duniawi serta menahan segala sesuatu yang dapat menghidupkannya selain Allah SWT.

Selain itu, puasa khusus yang lebih khusus adalah melarang pikiran dari semua keinginan rendah dan pikiran duniawi, dan tidak berpikir selain Allah (shaum al-Qalbi ‘an al-Himam ad-Duniyati wa al-Ifkaar) al- Dannyuwiyati wakaffahu ‘ammaa siwa Allah bi al-Kulliyati).

Namun tentu saja, untuk mencapai hal tersebut bukanlah tugas yang mudah, dan tidak cukup hanya dengan mengambil kuliah agama atau membaca buku Islam.

Melainkan dengan menahan rasa lapar, meninggalkan dunia, meninggalkan segala kebiasaan jiwa, selalu berdzikir dengan berdzikir, menjalankan segala perintah Allah, dan dalam tuntunan Tuhan senantiasa menjauhi segala larangan-Nya. untuk menyerahkan diri melalui hada. Guru spiritual berdasarkan petunjuk Allah SWT.

Baca Juga : 5 Aplikasi Edit Foto Ucapan Idul Fitri, Praktis dan Gratis

مَن يَهۡدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلۡمُهۡتَدِۖ وَمَن يُضۡلِلۡ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ وَلِيّٗا مُّرۡشِدٗا

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.” (QS. Al Kahfi:17)

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Ma’asyiral muslimin jamaah shalat ‘ied yang berbahagia

Hidup dan kehidupan ini telah memberikan banyak pelajaran berharga bagi siapapun. Manusia telah meninggal dunia dari dunia fana ini selama beberapa generasi. Semua yang dicapai, dilakukan, dan dikendalikan ditinggalkan oleh mereka. Mereka masing-masing membawa makanan suci mereka sendiri yang nantinya akan mereka hadapi pada Hari Pengadilan.

Trending:  Aplikasi MP3 Takbiran Offline Terbaik

Seberapa pentingkah menyadari bahwa kita semua akan kembali ke akhirat yang abadi? Sementara kita pergi hari demi hari, tahun demi tahun, dari waktu ke waktu. Kami telah melalui waktu yang lama. Dan banyak peristiwa yang kita lihat sebagai pembelajaran. Allah telah menunjukkan kepada kita pembalasan sementara atas tindakan manusia di dunia ini.

Keridhaan Allah menjadi lengkap ketika kita berjuang bersama di jalan Allah, meraih kebahagiaan bersama di akhirat, dan saling membantu dalam kebaikan dan ketaqwaan.

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa”

Demikianlah Khutbah Idul Fitri ini. Semoga dapat memberikan kemanfaatan bagi kita semua dan marilah kita berdo’a semoga ibadah kita selama ini khususnya di Bulan Ramadan tahun ini diterima Allah SWT.

Dengan datangnya 1 Syawwal ini pula kita berharap mudah-mudahan kita akan menjadi insan yang bertaqwa dan kembali kepada fitrah-Nya yang sempurna. Irji’i ila Rabbiki raadhiyatan mardhiyah fadkhulii fii ibadi wadkhuli jannatii

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَذِكْرِ اْلحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Khutbah kedua

الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً لاَ إِلَهَ إِلاّاَلله ُوَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لاَ إِلَهَ إِلاّاَلله ُوَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ المُشْرِكُوْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ وَلَوْكَرِهَ المُناَفِقُوْنَ. الحَمْدُ لِلّهِ حَمْداً كَثِيْرًا كَماَ أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ الله ُوَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ إِرْغاَماً لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلَآئِقِ وَالبَشَرِ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيْحَ الغُرَرِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيآأَيُّهاَالحاَضِرُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَافْعَلُوْاالخَيْرَ وَاجْتَنِبُوْآ عَنِ السَّيِّآتِ. وَاعْلَمُوْآ أَنَّ الله َأَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّابِمَلَآئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقاَلَ تعالى فِيْ كِتاَبِهِ الكَرِيْمِ أَعُوْذُ باِلله ِمِنَ الشَّيْطاَنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَحِيْمِ. إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَآأَيُّهاَالَّذِيْنَ آمَنُوْآ صَلُّوْآ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. فَأَجِيْبُوْآالله َاِلَى مَادَعَاكُمْ وَصَلُّوْآ وَسَلِّمُوْأ عَلَى مَنْ بِهِ هَدَاكُمْ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصِحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَعَلَى التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. وَارْضَ الله ُعَنَّا وَعَنْهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الراَحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِناَتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعُ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ انْصُرْأُمَّةَ سَيّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ اصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهُمَّ انْصُرْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ. وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الدِّيْنَ. وَاجْعَلْ بَلْدَتَناَ إِنْدُوْنِيْسِيَّا هَذِهِ بَلْدَةً تَجْرِيْ فِيْهَا أَحْكاَمُكَ وَسُنَّةُ رَسُوْلِكَ ياَ حَيُّ ياَ قَيُّوْمُ. يآاِلهَناَ وَإِلهَ كُلِّ شَيْئٍ. هَذَا حَالُناَ ياَالله ُلاَيَخْفَى عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنّاَ الغَلآءَ وَالبَلآءَ وَالوَبآءَ وَالفَحْشآءَ وَالمُنْكَرَ وَالبَغْيَ وَالسُّيُوفَ المُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَآئِدَ وَالِمحَنَ ماَ ظَهَرَ مِنْهَا وَماَ بَطَنَ مِنْ بَلَدِناَ هَذاَ خاَصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ المُسْلِمِيْنَ عاَمَّةً ياَ رَبَّ العَالمَيِنَ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكِ الكَفَرَةَ وَالمُبْتَدِعَةِ وَالرَّافِضَةَ وَالمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ. وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلاَيَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ. رَبَّناَ اغْفِرْ لَناَ وَلِإِخْوَانِناَ الَّذِيْنَ سَبَقُوْناَ بِالإِيمْاَنِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِناَ غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّناَ اِنَّكَ رَؤُوفٌ رَحِيْمٌ. رَبَّناَ آتِناَ فِيْ الدُّنْياَ حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ النَّارِ وَالحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ العاَلمَيِنَ.

Baca Juga : Kumpulan 25 Link Twibbon Hari Raya Idul Fitri 2022

Akhir Kata

Nah itulah khutbah idul fitri paling menyentuh hati. Terima kasih sudah mengunjungi artikel ini dan semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya:

Aplikasi Tadarus Al-Quran Ramadhan Terbaik 2022

Aplikasi Kalender Imsakiyah Ramadhan 2022/1443H

10 Aplikasi Ramadhan Terbaik, Bikin Ibadah Puasa Jadi Nyaman

11 Ide Jualan Paling Laris di Bulan Ramadhan, Simak Disini Agar Cuan

Arti Marhaban Ya Ramadhan, Sering di Ucapkan Saat Menjelang Puasa

Niat Mandi Wajib Puasa Ramadhan, Tata Cara, Dan Doa Mandi Junub

Niat Mandi Sunah Ramadhan, Tata Cara dan Penjelasannya

Check Also

Tak Perlu Antri, Cukup dirumah dengan Aplikasi Perpanjang SIM Online

Tak Perlu Antri, Cukup dirumah dengan Aplikasi Perpanjang SIM Online

Aplikasi perpanjang SIM online – Korps Lalu Lintas atau Korlantas Polri telah meluncurkan layanan SIM …