Tips memilih nama domain

Tips Memilih Nama Domain Agar Blog Lebih Profesional

Tips memilih nama domain untuk blog ternyata sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Sebab, dengan memilih nama domain yang tepat blog akan lebih profesional dan mudah diingat.

Domain adalah alamat sebuah situs website yang sangat spesifik antar pemilik website. Dengan kata lain, domain akan mengantarkan audiens ke blog atau website Anda.

Sebenarnya domain merupakan bentuk sederhana dari alamat IP. Tapi, alamat IP sangat sulit untuk diingat karena terdiri dari kombinasi angka yang jumlahnya cukup banyak.

Oleh sebab itu, dikembangkan sistem domain yang lebih sederhana dan berkarakter. Dalam dunia blogging sendiri domain menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan kesuksesan blogger.

Hal ini yang membuat pemilihan nama domain harus dipertimbangkan sebaik mungkin. Pada artikel kali ini kami akan memberikan Anda tips ketika hendak memilih nama domain. Simak selangkapnya berikut ini.

Tips Memilih Nama Domain untuk Blog

Domain terdiri dari beberapa jenis, sebelum Anda memutuskan untuk membelinya pastikan sudah tahu apa saja jenis domain. Jenis pertama adalah Top Level Domain (TLD) yang merupakan domain paling populer.

Jenis ini sangat mudah diingat oleh masyarakat dan penggunaannya cukup general. Misalnya adalah .com, .org, .net, .website. Jenis kedua adalah Country Code Top Level Domain (ccTLD).

Domain jenis ini memiliki kode negara di bagian belakangnya. Sehingga sifatnya spesifik dan kurang general. Misalnya adalah .id, .uk, .sg, .us dan lainnya. Jenis ketiga adalah Sponsored Top Level Domain (sTLD).

Jenis domain ini mewakili komunitas tertentu. Untuk menentukan mana yang terbaik untuk blog Anda, simak tips memilih nama domain berikut ini:

  1. Pilih Domain TLD

Dari ketiga jenis domain yang tadi sudah dibahas, kami merekomendasikan Anda untuk memilih Top Level Domain (TLD). Hal ini karena TLD lebih general jika dibandingkan dengan jenis domain lain.

Dengan begitu sasaran pembaca blog Anda bisa lebih luas dan tidak terbatas pada negara atau komunitas tertentu. Selain itu bagi seorang blogger, TLD lebih banyak diminati klien yang ingin bekerja sama.

Bahkan, untuk mendaftar Google adsense juga lebih mudah diterima. Top Level Domain (TLD) juga bisa digunakan untuk membuat blog dengan berbagai niche, terutama domain .com.

Sehingga Anda bisa lebih fleksibel dalam menggunakan website. Meski sebenarnya Anda bisa menggunakan jenis domain ccTLD atau sTLD tapi penggunaannya kurang direkomendasikan.

  1. Pilih Nama Domain Singkat

Tips memilih nama domain berikutnya adalah memilih nama yang singkat. Usahakan membuat nama domain yang terdiri dari satu kata saja. Sebab, semakin singkat akan semakin baik.

Kemudian, sebisa mungkin membuat nama domain yang tidak lebih dari tiga suku kata. Serta, buat nama domain maksimal hanya 7 huru.

Hindari membuat nama domain yang terlalu panjang karena akan sulit diingat oleh audiens dan terkesan tidak menarik. Hal ini sangat penting untuk memberikan kesan yang baik pada audiens.

Nama domain yang singkat juga lebih hemat tempat ketika Anda mencantumkannya di portofolio. Anda juga tidak perlu ribet ketika menuliskan ulang alamat domain tersebut.

  1. Jangan Ada Ejaan Ambigu

Tips memilih nama domain agar lebih profesional adalah hindari adanya ejaan yang ambigu. Artinya adalah antara pengucapan dan penulisannya berbeda.

Sebagai contoh haroem.com, nama domain seperti ini tidak direkomendasikan. Sebab ‘oe’ yang dibaca ‘u’ bisa membingungkan audiens. Khususnya mereka yang sengaja mencari alamat website Anda.

Audiens bisa saja nyasar ke alamat website harum.com atau harom.com. Selain itu agar tidak ambigu, Anda harus menghindari penggunaan tanda baca. Misalnya harum-manis.com atau harum_manis.com.

Hal ini akan membuat audien kesulitan dalam menemukan blog Anda. Sebab, bisa saja audiens salah menggunakan tanda baca tertentu.

  1. Kosa Kata Tidak Sulit Diketik

Menghindari kosa kata yang sulit diketik merupakan tips memilih nama domain berikutnya. Jika nama domain sulit untuk diketik dan berpeluang salah ketik, maka audiens juga akan sulit menjangkau blog Anda.

Hal ini akan membuat audiens yang datang ke blog Anda kurang berkesan. Justru kan lebih mudah melupakannya. Nama domain yang sulit diketik adalah saat menggunakan istilah asing.

Contohnya adalah bratxtion.com, pengunjung bisa saja mengetiknya menjadi braxion.com, bration.com, dan berbagai kesalahan lainnya.

Oleh sebab itu, kami menyarankan Anda untuk memilih kosa kata yang familiar di masyarakat. Khususnya masyarakat indonesia atau masyarakat general. Selain itu, sebisa mungkin ketikannya sederhana dan mudah.

  1. Sisipkan Keyword

Tips memilih nama domain berikutnya jika memungkinkan Anda bisa menyisipkan keyword dalam nama domain. Keyword ini bisa disesuaikan dengan tujuan yang ingin tercapai, khususnya jika Anda membuat blog binis.

Misalnya Anda ingin memasarkan buah import melalui blog tersebut. Maka, Anda bisa membuat nama domain dengan buahimport.com. Di mana kata ‘buah import’ merupakan keyword yang ingin dituju.

Dari segi SEO (Search Engine Optimization) hal ini sangat baik. Sebab, mesin pencari bisa langsung mengetahui blog Anda membahas mengenai apa saja.

  1. Jangan Pilih Nama Berkonotasi Negatif

Tentu saja Anda sudah paham mengenai tips memilih nama domain satu ini. Nama yang berkonotasi negatif bisa berbahaya untuk blog Anda dan membuat reputasinya sangat buruk.

Jangankan untuk membaca isinya, audiens akan langsung hilang minat setelah membaca nama domainnya. Selain itu, nama berkonotasi negatif juga bisa menghalangi klien untuk bekerja sama dengan Anda.

Oleh sebab itu, saat memilih nama domain pastikan nama tersebut memiliki makna positif bahkan harapan Anda. Bahkan, Anda juga bisa menggunakan nama sendiri sebagai nama domain.

Tapi, ada beberapa kekurangan menggunakan nama sendiri sebagai domain. Misalnya saja blog jadi terkesan sangat personal dan kurang general meski bisa saja niche di dalmnya general.

  1. Nama Domain Evergreen

Tips memilih nama domain selanjutnya adalah memilih yang evergreen. Artinya adalah domain tersebut masih tetap relevan kapan saja dan tidak terkesan aneh di masa depan.

Dengan demikian, lebih baik Anda menghindari istilah-istilah viral yang kira-kira tidak akan relevan lagi untuk di masa depan. Seperti yang diketahui bahwa nama domain akan terus digunakan dalam jangka waktu lama.

Jika nama domain Anda sudah tidak relevan, maka Anda perlu menggantinya. Sedangkan proses pergantian domain sangat rumit dan Anda perlu melakukan branding lagi.

Mungkin tidak begitu masalah untuk blog informatif atau blog pribadi. Tapi, akan sangat bermasalah bagi blog bisnis. Oleh sebab itu, pastikan Anda mempertimbangkan penggunaan domain sebaik mungkin.

  1. Domain Belum Digunakan

Tips memilih nama domain yang tidak kalah penting adalah Anda perlu memastikan bahwa domain belum digunakan oleh pihak lain. Oleh sebab itu, saat melakukan riset nama domain Anda perlu langsung mengeceknya.

Caranya adalah dengan mengetik nama domain yang diinginkan di mesin pencari. Anda juga bisa menggunakan tools pencarian domain dari website penyedia hosting.

Jika sudah ada yang menggunakan nama domain tersebut, artinya Anda tidak bisa menggunakannya. Sebab, nama domain bersifat spesifik hanya untuk satu blog atau website saja.

Memiliki blog memang menjadi sebuat kebanggaan tersendiri. Tapi, pastikan Anda memiliki nama domain yang profesional. Anda bisa mengikuti tips memilih nama domain seperti di atas.